Kabid Aset Pemda Tebo : Siapa Pun Boleh Menjadi Pengembang Taman Terpadu Rimbo Bujang - Portal Berita Online

Minggu, 28 Februari 2021

Kabid Aset Pemda Tebo : Siapa Pun Boleh Menjadi Pengembang Taman Terpadu Rimbo Bujang

Taman Terpadu Rimbo Bujang sedang dalam tahap pekerjaan pembangunan.

Kabid Aset Pemda Tebo : Siapa Pun Boleh Menjadi Pengembang untuk menyewa Aset Pemda, sebagai Contoh  Misalnya tanah pemda untuk pembangunan Taman Terpadu Rimbo Bujang

TEBOONLINE.NET – Suatu kebanggaan dan kemajuan untuk Kabupaten Tebo dengan berdirinya Taman Terpadu Rimbo Bujang dimana saat ini pembangunannya sedang dalam tahap pekerjaan. Terwujudnya taman Terpadu ini, akan menjadi Icontnya Kabupaten Tebo.

Diketahui, Taman Terpadu Rimbo Bujang ini dikerjakan oleh pengembang dengan tidak menggunakan dana dari APBD maupun APBN. 

Menurut Anton, pejabat Kabid Aset Pemda Tebo pada Teboonline.net menuturkan bahwa, hadirnya pengembang ini berdasarkan keputusan Bupati Tebo yang sebelumnya, pihak pengembang terlebih dahulu mengajukan penawaran sebagai pengembang Aset Pemda Berupa Tanah yang akan dijadikan Taman Terpadu tersebut kepada Pemda Tebo.

“Hanya ada satu pengembang yang bersedia menawarkan kerja sama untuk membangun Taman Terpadu Rimbo Bujang, ya karena kebetulan saja pengembang ini masih keluarga Bupati,” sebut Anton pada Teboonline.net, Minggu (28/02/2021).

Karena hanya ada satu pengembang yang berani mengajukan kerja sama, akhirnya Bupati Tebo menyetujui dan kemudian dibuatlah MoU antara Pemda Tebo dengan pihak pengembang.

Adapun MoU tersebut diantaranya pihak pengembang membangun Taman Terpadu dan pengembang membangun Kios dikawasan Taman Terpadu dengan terlebih dahulu membayar Royalti dalam bentuk Sewa kepada Pemda Tebo, Besaran jumlah yang harus di bayar oleh pihak pengembang ditentukan oleh lembaga independen dalam hal ini KPKNL Provinsi Jambi

Dalam hal ini lanjutnya, pengembang membangun Kios diatas tanah Pemda Tebo dan pengembang itu menyewa tanah tersebut kepada Pemda Tebo dengan waktu tertentu dan dapat diperpanjang selama pihak pengembang mau membayar rolyalti sewa yang ditentukan nantinya pada saat perpanjangan berikutnya

“Siapa saja boleh menjadi pengembang seperti misalnya pada Taman Terpadu itu tidak masalah sepanjang Sesuai prosedur dan kewajiban pihak pengembang sebelum membangun Kios dan Taman Terpadu itu dilaksanakan dulu. Dalam hal ini pihak pengembang, semua kewajiban seperti bayar Royalti sewa dan prosedur sudah dilakukan semua dan tidak ada masalah,” lanjut Anton.

Terkait harga sewa atau penempatan Kios terhadap pedagang lanjut Anton, itu kewenangan pihak pengembang dan sesuai laporan pengembang, antara pengembang dan penyewa atau yang akan menempati kios tersebut sudah sama – sama sepakat terkait harga serta aturanya dan itu dibuat dengan surat pernyataan antara kedua belah pihak.

Hal senada pun disampaikan oleh Camat Rimbo Bujang Richi Saputra. Menurutnya, pelaksanaan pembangunan Taman Terpadu Rimbo Bujang ini, sesuai prosedur yang ada.

Dijelaskan Camat, hadirnya Taman Terpadu Rimbo Bujang ini merupakan solusi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo paska dibatalkannya proyek Ruang Taman Terbuka Hijau (RTH) oleh Pemerintah pusat.

“Rencana awal, RTH akan dibangun dari dana APBN, karena ada Covid, Pemerintah pusat membatalkannya. Taman Terpadu inilah sebagai pengganti RTH yang dibangun oleh pihak pengembang,” ungkap Camat Richi.(crew)




Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda