Camat Rimbo Bujang Tutup Paksa Lokasi Esek-esek, 4 Orang Diduga Mucikari Menolak - Portal Berita Online

Jumat, 20 November 2020

Camat Rimbo Bujang Tutup Paksa Lokasi Esek-esek, 4 Orang Diduga Mucikari Menolak


TEBOONLINE.ID – Menjamurnya lokasi Warung Remang -remang (Warem) atau Kafe yang disinyalir menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan minuman keras di Kecamatan Rimbo Bujang, dikeluhkan oleh masyarakat setempat.
Seperti yang terjadi di jalan Imam Bonjol Kelurahan Wirotho Agung. Keluhan tersebut dirasakan oleh masyarakat setempat dan pengurus Masjid dikarenakan lokasinya cukup berdekatan dengan Masjid. 
Berdasarkan itulah, Camat Rimbo Bujang Richi Saputra langsung mengambil tindakan tegas dengan cara menutup paksa Warem - warem yang disinyalir dijadikan sebagai tempat esek – esek dan mabuk – mabukan tersebut. 
Sebagai langkah pertama, Camat Rimbo Bujang bersama Kapolsek Rimbo Bujang IPTU Cindo Kotama, Danramil Rimbo Bujang Kapt.Inf.Wakhid Nurohim dan Lurah Wirotho Agung Siti Fatimah serta Sat Pol PP Tebo turun langsung ke lokasi untuk mengecek kebenarannya ke lokasi Esek – esek tersebut pada Sabtu malam kemarin (14/11/2020).
Setelah Cross Cek, Camat mengumpulkan para pemilik Warem tersebut sebanyak 6 orang di kantor Camat Rimbo Bujang pada Kamis (19/11/2020) untuk melakukan musyawarah yang dihadiri oleh para unsur Muspika, pengurus Masjid, RT dan RW jalan Imam Bonjol.
Musyawarah tersebut sempat memanas karena para pemilik Warem yang diduga sebagai mucikari ini menolak untuk ditutup lokasinya karena  adu argumen dengan Camat Rimbo Bujang. Pemilik Warem ini pun menolak apabila akses jalan menuju ke lokasi tersebut di portal.
Camat Rimbo Bujang Richi Saputra pada Teboonline.id menegaskan bahwa langkah tegas ini berdasarkan adanya laporan dari masyarakat yang resah terhadap keberadaan Warem yang beroperasi didekat dengan Masjid. 
“Semua Warem yang ada dibelakang Masjid kita tutup semua meskipun dari 6 pemilik Warem hanya 2 orang yang saja yang mau tanda tangan kesepakatan sanggup untuk menutup usahanya, tidak ada tawar menawar lagi,” jelas Camat Richi.
Camat menambahkan, masyarakat setempat pun diminta untuk ikut mengawasi lokasi Warem tersebut untuk mengantisipasi apabila lokasi Warem tersebut tetap beroperasi.(crew)





Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda