Melihat Histori Almarhum, Dewan Sarankan Keluarga PDP Covid-19 Tebo Yang Meninggal Di Rapid Test - Portal Berita Online

Kamis, 16 April 2020

Melihat Histori Almarhum, Dewan Sarankan Keluarga PDP Covid-19 Tebo Yang Meninggal Di Rapid Test

TEBOONLINE.ID - DPRD Kabupaten Tebo mengapresiasi langkah pihak RSUD STS Tebo dalam melakukan penanganan terhadap HS (65), PDP Covid-19 yang meninggal dengan menggunakan protokoler dan SOP Covid serta langsung melakukan penyemprotan cairan Disinfektan di RSUD STS Tebo.

Namun demikian, DPRD Kabupaten Tebo menyarankan kepada tim Gugus Tugas Covid atau Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo untuk tidak berhenti sampai disitu. Harus ada langkah selanjutnya atau sedia payung sebelum hujan.

"Keluarga seperti anak - anak dan istri almarhum harus diisolasi mandiri terlebih dahulu dan dilakukan Rapid Test, ini harus dilakukan untuk antisipasi dan pencegahan penularan Covid-19 meskipun hasil Rapid Rest Covid almarhum negatif. Mestinya, almarhum ini masih ada proses tes lagi, namun almarhum keburu meninggal dunia sebelum dilakukan tes selanjutnya," ujar Syamsurizal, Wakil Ketua DPRD Tebo kepada Teboonline.id, Kamis (16/04/2020).

Syamsurizal alias Iday ini menambahkan bahwa riwayat atau identitas PDP Covid-19 yang meninggal di RSUD STS Tebo pada Selasa kemarin (24/04/2020) jangan dikaburkan seolah almarhum tinggal di Kabupaten Batanghari. Memang almarhum bereKTP Muaro Sebo, Batanghari, akan tetapi almarhum HS ini sudah lama tinggal dan berkebun di desa Pelayang Kecamatan Tebo Tengah, Tebo dan sebagian besar keluarganya tinggal di desa Pelayang.

"Permasalahan bukan soal warga Tebo atau bukan, almarhum (PDP Covid,red) Dio (Almarhum,red) sudah lama berkebun di Pelayang, tentunya kontak dunia dengan warga Pelayang sudah sering. Jadi yang perlu diantisipasi siapa saja dalam 3 hari terakhir yang kontak langsung dengan almarhum," lanjutnya.

Jadi, dibutuhkan tindakan prefentif terhadap kejadian ini untuk memutus mata rantai penyebaran wabah pandemi Covid-19. Siapapun orangnya kalau saat berada di Tebo ada indikasi yang mengarah ke Covid-19, harus tetap menggunakan SOP Permenkes penanganan Covid-19.

"Yang jelas ini dilakukan pihak RSUD Tebo dalam upaya untuk melindungi masyarakat Tebo termasuk kita semua," kata Iday dengan panjang lebar.(crew)




Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda