Pabrik Getah Karet Tutup, Warga Resah & Ekonomi Bakal Lumpuh - Portal Berita Online

Sabtu, 21 Maret 2020

Pabrik Getah Karet Tutup, Warga Resah & Ekonomi Bakal Lumpuh

Edaran pemberitahuan peniadaan pembelian karet dari PT Megasawindo Perkasa
yang beredar di Medsos paska mewabahnya Virus Corona.
TEBOONLINE.ID - Masyarakat Kabupaten Tebo resah dengan beredarnya surat edaran dari salah satu pabrik pengolahan getah karet yang ada di Kabupaten Bungo. Surat tersebut beredar melalui Medsos dengan Kop surat PT Megasawindo Perkasa yang beralamat di Pelepat, Jambi.

Pada surat tersebut, PT Megasawindo Perkasa memberitahukan kepada semua Suplayer karet PT Megasawindo CRF bahwa dari tanggal 21 Maret 2020 pembelian karet di pabrik ditiadakan/ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan.

Menurut sumber lainnya, pabrik getah di Jujuhan pun mengambil langkah yang sama menutup pembelian karet. Menurut informasi, kebijakan penutupan getah karet dampak dari antisipasi mewabahnya Virus Corona.

Namun, kebijakan pabrik menghentikan pembelian karet sangat meresahkan masyarakat. Dikarenakan, mayoritas masyarakat provinsi Jambi pada umumnya dan Kabupaten Tebo khususnya adalah bermata pencaharian sebagai petani karet.

Menurut Slamet, salah satu petani di Kabupaten Tebo mengatakan bahwa tutupnya beberapa pabrik karet akan berdampak buruk bagi perekenomian masyarakat kecil yang hidupnya bergantung kepada karet.

"Kalau pabrik karet tutup, mau dibawa kemana lagi karet para petani ini. Terus mau makan apa lagi para petani ini sementara kebutuhan tiap hari terus ada, kalau tidak jual getah karet, petani mau jual apa lagi. Bisa - bisa terhenti perekonomian masyarakat," ucap Slamet pada Teboonline.id, Sabtu (21/03/2020).

Dikatakan warga lainnya, Zamani, ditutupnya beberapa pabrik getah karet yang berada dikawasan Kabupaten Bungo dapat mengancam perekenomian secara global dimana dalam hal ini adalah masyarakat Kabupaten Bungo dan Tebo.

"Pemerintah dalam hal ini harus bertindak tegas dan mengambil langkah cepat dalam menyikapi keresahan masyarakat yang dipicu tutupnya beberapa pabrik getah karet yang akan berdampak pada lumpuhnya perekenomian masyarakat," sebut Zamani.

Pada hari biasa, masyarakat saja sudah resah dengan harga getah yang terus turun. Ini ditambah lagi dengan adanya informasi tutupnya beberapa pabrik getah karet. Bupati, Gubernur bahkan Presiden harus segera turun tangan menyikapinya meskipun penutupan tersebut berdalih antisipasi virus Corona.(crew)





Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda