Gandeng Tim Penanggulangan Karhutla, PT LAJ Mampu Tekan Titik Hot Spot - Portal Berita Online

Sabtu, 14 September 2019

Gandeng Tim Penanggulangan Karhutla, PT LAJ Mampu Tekan Titik Hot Spot

Ilustrasi. 
TEBOONLINE.ID - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi dalam wilayah provinsi Jambi, secara umum berdampak besar pada masyarakat terutama pada kesehatan dimana akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut menyebabkan indeks pencemaran udara saat ini berstatus pada level bahaya.

Terkait Karhutla ini, Manajer PT LAJ, Widiarsono mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan adalah peristiwa yang sangat merusak dan menimbulkan dampak kerugian yang sangat besar, baik secara financial, lingkungan, maupun kesehatan.

Pemerintah telah memposisikan penanggulangan karhutla sebagai upaya prioritas penanggulangan bencana.  Semua pihak terlibat didalamnya, baik Polri, TNI, Pemda maupun masyarakat sendiri.

Widiarsono menjelaskan bahwa di Kabupaten Tebo telah dibentuk Tim Terpadu penanggulangan Karhutla, meliputi unsur-unsur Pemda (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Manggala Agni (Kehutanan), Polres Tebo, Kodim Bungo Tebo, Perusahaan, dan MPA (Masyarakat Peduli Api).

Penanggulangan Karhutla di Kabupaten Tebo oleh Tim Terpadu ini mampu menekan meluasnya kejadian Hot Spot di Kabupaten Tebo. Sampai saat ini, Tim terus berjuang melawan Karhutla.

"LAJ sebagai salah satu perusahaan pemegang konsesi HTI yg cukup luas, selalu berusaha maksimal mengatasi setiap kejadian hotspot dalam konsesinya bekerja sama dengan Tim Terpadu Kabupaten," sebut Widiarsono pada Teboonline.id, Sabtu (14/09/2019).

Widiarsono menambahkan, keseriusan LAJ dalam penanggulangan karhutla dapat dilihat dari pengerahan sumberdaya perusahaan. Jumlah personil yg dilibatkan mencapai lebih dari 210 orang yang dibagi dalam Tim Inti (60 orang) dan tim pendukung (150 orang). 

Disamping itu, sarana prasarana patroli dan pemadaman cukup lengkap berupa mobil tanki, mobil pemadaman, pompa, peralatan komunikasi, menara pantau.

"Upaya pencegahan dilakukan LAJ bekerjasama dengan Tim Kabupaten, Polri dan TNI melalui penyuluhan, sosialisasi larangan pembakaran, pemasangan baliho dan penyebaran Pamflet dan Leaflet ke masyarakat," bebernya.

Sejauh ini lanjutnya, sumber penyebab kebakaran dalam konsesi LAJ adalah dari lahan yg diokupasi perambah utk tujuan berkebun. Perusahaan menghimbau agar masyarakat tidak melakukan  pembakaran lahan karena resiko meluasnya api pada saat musim kemarau seperti sekarang ini sangat besar. (crew)


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda